artikel : SURAT GUA,,, SIMBOL HEROISME PEMUDA ZAMAN DIQYANUS

 

SURAT GUA,,, SIMBOL HEROISME PEMUDA ZAMAN DIQYANUS

          Bismillah….

Sebuah surat yang didalamnya terukir simbol pengorbanan bersandingkan keberanian dengan jiwa bertabur semangat yang tiada terpadamkan, demi membela akidah dan iman. Ialah Al-Kahfi, (Surat Gua)  surat Makiyah yang dimulai dengan lafazh ” Alhamdulillah “, yang merupakan pengagungan dan pemuliaan terhadap Allah Azza Wa Jalla, sebuah pengakuan terhadap keagungan, kebesaran dan kesempurnaanya.

Kisah Ashabul Kahfi (bersumber dari Al-Qur`an, surat Al-Kahfi: 7-28)

Mereka Meninggalkan Kampung Halaman dan Masuk Kedalam Gua

          Diqyanus, seorang raja lalim,kafir, otoriter pula, ialah Hitler yang memimpin suatu wilayah Romawi, Thurtus. Ia begitu menikmati kekuasaannya, serasa dunia bak sebuah bola dalam genggaman, Diqyanus menitahkan sebuah postulat yang tidak boleh ditentang, yakni menyembah dan menghambakan diri secara total kepada berhala-berhala yang saat itu dipertuhankannya. Bagi mereka yang mencoba menentang, alamatnya adalah dibantai hidup-hidup.

Saat yang bersamaan, ada beberapa pemuda shalih yang hatinya senantiasa dipenuhi cahaya keimanan. Melihat sepak terjang Diqyanus, melihat saudara kerabat dibantai tanpa pengampunan, hati mereka serasa tertusuk  bambu runcing, tak terperikan sakitnya.

Merekapun sepakat berhijrah, meninggalkan kampung halaman, berpisah dengan rekan dan saudara, membawa agama yang telah tertanam dalam sanubari.

Kabar ini tak luput dari perhatian Diqyanus. Diutuslah para prajurit kerajaan tangguh berbaju besi. Malang tak dapat ditolak, mereka ditemukan dan dibawa menghadap raja. Senang nampaknya Diqyanus, melihat pemuda-pemuda belia yang berani menentang perintahnya kini berada dihadapanya. Dimintanya mereka untuk meyakini sesembahan Diqyanus.

Apa reaksi mereka… ?

Dengan tenang namun tegas mereka menolak, justru mengajak raja untuk ber iman kepada Allah. Mereka berkata:

“ Rabb adalah Rabb langit dan bumi, kami tidak sekali-kali menyeru Illah selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran ” (Al-Kahfi: 14)

Karena dianggap masih belia, diberilah pemuda-pemuda itu batas waktu sampai keesokan harinya, untuk kembali memikirkan tawaran Diqyanus.

Namun malam harinya, disertai seekor anjing, mereka melarikan diri. Keesokannya, dengan bertabur peluh mereka menemukan sebuah gua di tengah gunung. Didorong oleh rasa penat yang tiada tertahankan, merekapun memasuki gua itu untuk beristirahat dan bersembunyi.

Allah Senantiasa Memelihara Mereka

Pasukan kerajaan melihat mereka dari kejauhan. Tiba di depan mulut gua, mereka menyaksikan beberapa sosok tubuh yang tengah terlelap. Pasukan itu tiada mempunyai keberanian untuk mendekatinya, hingga Diqyanus sendiri turun tangan untuk membantai pemuda-pemuda tersebut. Kuasa Allah yang tiada terperi telah menyusupkan rasa takut ke dalam hati Diqyanus dan prajuritnya. Allah menyelimuti mereka dengan keagungan, sehingga hanya dengan melihat mereka saja sudah mampu menimbulkan  kegentaran yang luar biasa

Sang anjing pun turut tidur bersama mereka dengan menjulurkan kaki depannya, seakan-akan tengah menunggui para pemuda tersebut. Untuk membalas kekesalan dan menimbun kemarahannya Diqyanus memerintahkan prajurit untuk menutup pintu gua, agar pemuda-pemuda itu mati kelaparan dan kehausan.

Allah membuat para pemuda itu tidur pulas selama tiga ratus sembilan tahun, sementara mereka tidak tahu telah berada disana sekian lamanya.

Hikmah Sinar Matahari yang Condong dan Pembolak-Balikan Badan Mereka ke Kiri dan ke Kanan

          “ dan kamu akan melihatmatahari ketika terbit , condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam, menjauhi mereka ke sebelah kiri. Sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu…….( Al-Kahfi: 17)

Pemuda-pemuda itu berada dalam bagian yangterhampar luas dalam gua, tepat di bagian tengahnya, sehingga mereka tidak terkena sinar matahari secara langsung. Ketika matahari itu terbit maupuun terbenam, ketika pagi maupun sore hari.

Allah pun membolak-balikkan badan mereka, agar jasadnya tidak rusak membusuk karena mereka tidur disana selama jangka waktu 309 tahun. Sekiranya manusia tidur pada lambung kanannya saja selama beberapa hari, tentu akan berbahaya dan mengalami gejala pembusukan. Allah berfirman “ itu adalah sebagian dari tanda-tanda kebesaran Allah.”( Al-Kahfi: 17)

          Allah Membangunkan Mereka Setelah Tidur Panjang

Tiga ratus sembilan tahun lamanya mereka tidur. Dan itu adalah tertidur yang menyerupai kematian, mereka tidak makan dan minum, tidak berbicara pula. Allah membangunkan dan menghidupkan mereka agar kisah mereka menjadi pelajaran yang nyata tentang adanya kebangkitan setelah kematian, yang menunjukkan kekuasaan Allah untuk menciptakan berbagai macam keajaiban.

Ketika terbangun , merekapun bertanya-tanya, sudah berapa lama mereka tidur disana. Badan, rambut dan keadaan mereka tetap seperti sediakala, tak terlintas dalam benak mereka bahwa mereka telah tertidur didalam gua selama 309 tahun.

Lapar datang menyerang, mereka berinisiatif untuk salah seorang dari mereka untuk pergi ke kota dan membeli makanan. Utusan itupun berjalan mengendap-endap karena menyangka bahwa rombongannya tengah  dicari oleh Diqyanus.

Heranlah utusan ini, ketika sampai di kota dan melihat keaadaan kota yang sudah berubah total, berkatalah ia dalam hati “ boleh jadi aku salah jalan, hingga aku tiba di negeri lain”. Tekadnya bulat sudah, apapun yang terjadi ia akan tetap membelikan makanan untuk teman-temannya.

Semakin heran ia keika menyodorkan uang” Darimana engkau mendapatkan uang ini? Siapakah engkau wahai pemuda? Barangkali engkau telah menemukan harta karun yang terpendam?” berkerumunlah orang-orang disekitarnya.

“ Tidak demi Allah, aku tidak pernah menemukan harta karun yang terpendam. Itu adalah mata uang dirham ditengah kaumku, mereka mengutusku untuk membeli makanan dengan uang itu.” Jawab pemuda itu.

“ itu adalah mata uang Diqyanus”

“lalu apa yang terjadi dengan Diqyanus?”

“ sudah sekian lama ia mati “.

Lalu pemuda itu menceritakan keadaan kawan-kawannya di dalam gua. Kemudian dilaporkanlah kepada raja pada masa itu, seorang mukmin yang saleh. Berangkatlah raja bersama pasukannya ke gua. Setelah bertemu dan melihat keadaan mereka, Allah membuat Ashabul Kahfi tertidur dan pada saat bersamaan roh mereka terlepas dari badan. Kemudian dibangunlah sebuah masjid atas nama mereka tak jauh dari gua itu.

Sifat – Sifat Terpuji  Ashabul Kahfi yang diberikan Al-Qur`an

     Allah mensifati mereka sebagai pemida-pemuda yang masih belia, yang di dalam dirinya tersimpan kekuatan, kejujuran, pemenuhan hak dan lebih mudah mengikuti jalan lurus. Tidakkah teman-teman mengetahui bahwa mayoritas mereka yang memenuhi dakwah RasulullahSAW adalah para pemuda?

Iman dan keyakinan yang mendalam, serta tidak mudah goyah. Pengakuan  keyakinan yang kokoh, bukan sekedar ucapan belaka, melainkan meresap ke dalam ceruk hati terdalam dan dibenarkan dengan perbuatan.

Keteguhan pada agama, tidak surut dihadapan pemimpin zhalim sekalipun.

Untuk kita, para pemuda- pemudi yang mengaku mahasiswa yang tengah menuntut ilmu, telah adakah ketiga sifat pemuda sejati itu dalam diri ini? Hanya kitalah yang mengetahui jawaban atas pertanyaan diatas. Tak jarang kita mengeluh atas semua tugas, amanah dianggap sebagai beban, peluh bercucuran tak terbayarkan, yang tersisa hanya lelah dan pasrah.

Padahal dalam setiap jiwa merupakan gambaran penyempurnaan cinta Ilahi, sampai kapan kita terus mengotorinya? Bagaimana pula hendak menghadapi zaman yang kian tenggelam kedalam kefanaan ini? Akankah kita menjadi penerus perjuangan para Ashabul Kahfi? Yang mempunyai jiwa heroik, yang tiada gentar mengajak seorang raja zalim sekalipun meyakini agamanya?

Tak ada gua yang bersedia untuk menyembunyikan kita? Tak pula gurun pasir meniupkan debunya untuk menutupi ketakutan kita. Piihan kita hanya satu, hadapi,,, jangan lari..!! jadilah seorang pemberani yang melakukan hal yang ditakutinya. Jadilah Ashabul Kahfi di zaman ini. Nikmati dan hayati dakwah ini, agar lelah tiada ingin mendekati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: